Riswati : Beri Ruang yang Adil Bagi Perempuan Dalam Demokrasi di Aceh

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100

Banda Aceh,  Direktur Flower Aceh, Riswati menilai penting keterwakilan perempuan minimal 30% sebagai penyelenggara pemilu di seluruh tingkatan guna memastikan kesetaraan akses dan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan demokrasi di Aceh.

Kepada AtjehUpdate.com, Senin (28/05/2018), Direktur dari LSM yang mengkonsentrasikan diri pada pemberdayaan dan penguatan perempuan berspektif gender ini khawatir rendahnya keterwakilan Perempuan dalam komposisi KIP Provinsi Aceh akan berdampak pada proses rekrutmen di tingkat Kabupaten/Kota.

“Kami menghargai proses seleksi yang telah  berlangsung di tingkat Provinsi, dan berharap agar proses seleksi calon anggota KIP pada kabupaten/kota lainnya dapat memastikan keterwakilan minimal 30% perempuan dalam komposisi anggota KPU yang diputuskan. Tindakan affimatif ini harus dilakukan sesuai dengan amanat UU No.7 Tahun 1984 tentang ratifikasi konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, pasal 7 poin b, serta UU Pemilu Pasal 10 ayat 7 yang menegaskan bahwa: Komposisi keanggotaan KPU, Keanggotaan KPU provinsi, keanggotaan KPU kabupaten/kota memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen)”. Ujarnya.

Menurut Riswati, Rendahnya keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu di  Aceh mencerminkan tindakan pengabaian terhadap potensi perempuan yang mendaftarkan diri sebagai kandidat, sehingga ia berharap pemberian ruang yang adil bagi perempuan dalam pembangunan demokrasi Aceh melalui tindakan affirmative dapat mempengaruhi warna baru bagi perubahan politik yang lebih baik.

“Penerapan tindakan afirmatif berupa kuota 30% bagi perempuan ini diperlukan untuk menyeimbangkan langkah dan kondisi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan di ranah publik dan politik. Kehadiran perempuan dengan potensi dan keahliannya diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pembangunan demokrasi Aceh yang lebih baik”.  imbuhnya.

Terkait dengan proses Pilkada serentak tahun 2018 yang akan berlangsung di tiga kabupaten/kota di Aceh, Riswati juga mengingatkan semua pihak untuk memilih pasangan calon yang bersih, cerdas dan memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak.

“Flower Aceh mengajak semua pihak untuk mendukung pasangan calon di tiga Kabupaten/Kota tersebut yang bersih, cerdas dan memiliki kepedulian dan berpihak pada pemenuhan hak-hak perempuan dan anak di Aceh. Beberapa isu terkait perempuan dan anak di Aceh yang membutuhkan perhatian meliputi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, AKI, gizi buruk, perkawinan anak,  kesehatan reproduksi perempuan dan partisipasi perempuan di legislatif. Pungkasnya.

Pelaksanaan Pilkada di tiga kabupaten/kota tersebut masuk dalam 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2018. Dari 171 daerah yang terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten. (Mai)

sumber : https://www.atjehupdate.com/riswati-beri-ruang-yang-adil-bagi-perempuan-dalam-demokrasi-di-aceh/15633/

Leave a comment

Your email address will not be published.


*