Kesehatan Sabang Jadi Pilot Project Sistem Aplikasi Malnutrisi Terintegrasi

AtjehUpdate.com,- Sabang, Data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada tahun 2018 menyebutkan sebanyak 540 dari 2.037 balita di Kota Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, atau sebesar 26,5% dimana setiap 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami stunting.

Para Peserta sedang menggunakan telepon Pintar untuk mencoba Aplikasi MHealth

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Sabang telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan tunai anak yang universal (universal cash grants/USG) dilakukan melalui transfer dana tanpa syarat kepada seluruh keluarga di Kota Sabang yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Pelaksanaan program ini juga diiringi dengan penguatan pemahaman dan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat agar bantuan tunai tepat guna dan memenuhi kebutuhan esensial anak.

Guna memudahkan pihak pengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah stunting, Unicef perwakilan Aceh bersama mitra pelaksananya, Flower Aceh, turut mendukung dengan mengadakan workshop ujicoba system informasi online data malnutrisi dan kesehatan ibu dan anak di Aula Akper Dinkes yang berlangsung dari tgl 30 Januari hingga 1 Februari 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang dr.Titi Yuniarti.MKT mengatakan bahwa aplikasi secara online melalui perangkat telepon seluler yang akan diisi oleh bidan desa dan kader Posyandu secara berjenjang dan berkelanjutan tersebut tentu memudahkan lahirnya kebijakan dalam penyelesaian masalah mal Nutrisi sesuai dengan program “Aceh Sehat” yang akan menyelesaikan permasalahan stunting di tahun 2020.

“Melalui aplikasi tersebut, diharapkan para pengguna (User) memahami situasi dan kondisi daerah untuk perbaikan metode pelaporan dan penampilan data secara mudah dan platform data online terkait penanggulangan malnutrisi dan peningkatan kesehatan ibu dan anak dan terkoneksi dengan berbagai program sejenis yang dilakukan Unicef di aceh” ujarnya.

Workshop ini dilakukan bagi tenaga puskesmas, polindes atau poskesdes, dan kader untuk memaparkan model pelaporan data online terkait malnutrisi dan kesehatan ibu dan anak,dan tentunya akan dilanjutkan dengan ujicoba langsung di lapangan dengan mengambil sampel salah satu posyandu di masing-masing wilayah kerja Puskesmas untuk dapat langsung berinteraksi dengan kader dan bidan desa. (mai)

sumber : atjehupdate.com

Leave a comment

Your email address will not be published.


*