Ingat, jangan tunggu muncul gejala kanker serviks untuk papsmear

tes papsmear sebelum terlambat

Jakarta – Apakah Anda perempuan yang aktif berhubungan seks? Jika iya, jangan tunda untuk melakukan papsmear secara rutin. Jangan menunggu sampai muncul gejala kanker serviks baru melakukan papsmear.

Papsmear adalah deteksi dini kanker serviks. Karena itu tidak berarti banyak ketika dilakukan saat sudah muncul gejala kanker serviks.

Penyebab kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV). Nah, pada infeksi awal HPV, lesi pra-kanker dan stadium awal kanker umumnya tidak ada gejala yang muncul. Karena itu dr Antony Atmadja, SpOG menyayangkan jika ada yang baru melakukan pengecekan kanker serviks saat sudah muncul gejala.

“Hampir 70 persen kasus kanker serviks datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan stadium lanjut, yakni lebih dari stadium 2B. Itu karena saat gejala muncul baru periksa,” ujar dr Antony dalam edukasi kesehatan ‘Kenali Kanker Serviks’ di RS Mitra Keluarga Bekasi, Jl Jend. A Yani, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2017).

Sementara itu tanda stadium lanjut kanker serviks adalah:
1. Pendarahan sesudah sanggama
2. Menstruasi yang durasinya lebih lama dan lebih banyak dari biasanya.
3. Nyeri panggul
4. Nyeri ketika berhubungan intim
5. Muncul keputihan berbau menyengat.

“Sebenarnya keputihan belum tentu pertanda penyakit. Bisa muncul sebagai akibat infeksi. Untuk itu perlu periksa secara berkala,” lanjut dr Antony.

Lalu terkait asupan, adakah asupan yang bisa membantu menjauhkan atau mengatasi seorang perempuan dari kanker serviks? Kata dr Antony, semua yang dimakan pasti akan memengaruhi kesehatan secara umum. Berangkat dari hal ini ada yang kemudian melakukan diet tertentu untuk mengobati kanker serviks.

“Sel kanker makan gula lebih banyak sehingga ada yang kemudian menerapkan diet ketogenik. Karena makannya lemak jadi sel kanker bisa mati. Boleh saja melakukan ini, tapi jangan sampai menjadikannya sebagai terapi utama,” pesan dr Antony.

“Saran saya makan sesuai kaidah kesehatan. Perlu diingat sejauh ini belum ada makanan yang bisa menghilangkan kanker,” imbuhnya.
sumber : Detik Health

Leave a comment

Your email address will not be published.


*