Publikasi Media melalui Kampanye Tentang Perbaikan Layanan Kesehatan Reproduksi & Gizi Perempuan

Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan permasalahan kesehatan reproduksi serta gizi perempuan dan perempuan muda yang disebabkan oleh :
• Minimnya pengetahuan, kesadaran dan akses perempuan mengenai kesehatan (kespro dan gizi) dan hak asasi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan posisi perempuan di pedesaan dan miskin kota
• Lemahnya perspektif gender dalam bidang kesehatan perempuan dikalangan lembaga penyedia layanan Pemerintah (Puskesmas, Rumah Sakit)
• Pandangan yang patriarkhis dari institusi di masyarakat yang mendiskriminasi perempuan
• Kebijakan Pemerintah untuk pemenuhan dan perlindungan HKSR perempuan melalui penyediaan layanan sesuai SPM Kesehatan sangat terbatas dan belum berkelanjutan. Hal ini berakibat perempuan terbatas dalam mengakses pelayanan kesehatan seksual & reproduksi dengan mudah, tepat dan bermutu.

Terkhusus di Banda Aceh yang sudah memiliki Qanun KIBBLA (Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Balita) sejak tahun 2012, namun sampai dengan saat ini belum menghasilkan kebijakan teknis yang dilahirkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan adanya beberapa persoalan diatas, maka penting mendorong lahirnya peraturan daerah dari Qanun Kibbla untuk memastikan adanya pelayanan kesehatan perempuan, khususnya kesehatan reproduksi dan gizi melalui publikasi melalui kampanye media, agar masyarakat dan juga Pemerintah mengetahui lebih baik tentang fakta-fakta yang terjadi di lapangan, dan menumbuhkan kesadaran kritis untuk mendorong pelayanan kesehatan untuk perempuan yang lebih baik lagi.